- Advertisement -spot_img
HomeBeranda EkbisMomen Hari Kemerdekaan, Pedagang Bendera dan Umbul-Umbul Ngaku Sepi Pembeli

Momen Hari Kemerdekaan, Pedagang Bendera dan Umbul-Umbul Ngaku Sepi Pembeli

- Advertisement -spot_img

JEMBER – Jelang perayaan Hari Kemerdekaan RI ke 78 yang dirayakan pada 17 Agustus 2023 mendatang, banyak pedagang bendera dan umbul-umbul berwarna merah putih dadakan, yang berjualan di pinggiran jalan Kabupaten Jember.

Sejak akhir Juli 2023, para pedagang bendera dan umbul-umbul itu menggelar dagangannya. Diantaranya para pedagang yang tampak di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Jember.

Namun dari berjualan bendera dan umbul-umbul berwarna merah putih itu. Diakui para pedagang, sejak 3 tahun belakangan sepi pembeli. Kondisi itu terjadi sejak awal Pandemi Covid-19 sekitar tahun 2020 lalu. “Saya berjualan sudah 4 tahunan dari tahun 2019. Saat itu omzet bersih bisa sampai Rp 2 juta dari berjualan bendera dan umbul-umbul ini. Tapi sejak awal pandemi covid sekitar tahun 2020 sampai sekarang sepi pembeli, saat covid awal omzet bersih Rp 500 ribu – Rp 1 juta. Terus tahun-tahun berikutnya hanya Rp 200-300 ribuan saja. Sekarang masih sepi juga,” kata salah seorang pedagang Duriah saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu (2/8/2023).

Dengan kondisi sepi pembeli yang dialami itu, lanjut Duriah, beruntung barang dagangan miliknya tidak memiliki masa kadaluwarsa. “Jadi karena tidak laku ya di simpan, jadi barang dagangan saya ini ya stok lama. Tapi Alhamdulillah saya jaga jadi kualitasnya masih bagus. Jadi bisa dijual lagi seperti sekarang ini,” ujarnya.

Para pembeli yang datang ke lapak dagangannya, kata Duriah, sehari paling banyak hanya 4-5 orang yang mampir. “Saya berjualan dari pukul 8 pagi sampai pukul setengah 5 sore. Sehari hanya laku dibeli oleh 3 orang. Beli bendera ukuran 60×90 cm, yang saya jual Rp 15 ribu per bendera,” ucapnya.

“Kalau dagangan saya, ada macam-macam. Bendera ukuran kecil yang dulu dipasang di motor saya jual Rp 5 ribu per bendera ada. Umbul-umbul merah putih tinggi 5 meter ada, saya jual Rp 40 ribu, rumbai polos panjang 5 meter Rp 75 ribu, rumbai yang bermotif dan ada tulisannya saya jual Rp 100 ribu. Tapi memang paling banyak yang minat dengan bendera saja,” sambungnya.

Senada dengan yang disampaikan Duriah, seorang pedagang bendera dan umbul-umbul Muhammad Kholil juga mengakui jika saat ini dagangannya sepi.
Menurut pria yang sudah berjualan bendera selama 10 tahun lebih itu, sepinya pembeli karena banyaknya perkantoran yang melakukan pengadaan sendiri.
Terkait pembelian bendera ataupun umbul-umbul.

“Yang saya tahu ya kantor-kantor itu beli secara online. Atau juga pengadaan sendiri. Ada juga yang menjahit sendiri, tidak beli yang sudah jadi. Jadi ya sepi pembeli ini,” ujar Kholil.
Kondisi Pandemi Covid-19 yang pernah terjadi sekitar 2 tahun lalu juga ikut menjadi penyebab.

“Karena saat itu kan kegiatan di luar rumah dilarang dan dibatasi, karena pandemi. Jadi ya jarang ada kegiatan Agustusan. Sekarang banyak tren beli online. Kita juga kalah dengan pedagang online itu,” tuturnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
Must Read
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

uluslararası nakliyat uluslararası evden eve nakliyat uluslararası nakliyat uluslararası evden eve nakliyat ev depolama ev eşyası depolama istanbul eşya depolama yurtdışı kargo uluslararası kargo firmaları uluslararası kargo taşımacılığı uluslararası ev taşıma uluslararası eşya taşımacılığı uluslararası ev taşıma uluslararası nakliyat uluslararası evden eve nakliyat
porn