- Advertisement -spot_img
HomeBeranda EkbisKemenparekraf-WIPO Kolaborasi Hadirkan Kelas KI Perkuat Pemberdayaan Pelaku Subsektor Aplikasi

Kemenparekraf-WIPO Kolaborasi Hadirkan Kelas KI Perkuat Pemberdayaan Pelaku Subsektor Aplikasi

- Advertisement -spot_img

JAKARTAKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan badan khusus PBB yakni World Intellectual Property Organization (WIPO) menghadirkan kelas kekayaan intelektual (KI) bagi pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi bertajuk “Intellectual Property and Mobile Applications: Business and Legal Issues.”

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno bersama dengan Deputy Director General WIPO Sylvie Forbin dalam acara kelas kekayaan intelektual (KI) bagi pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi bertajuk “Intellectual Property and Mobile Applications: Business and Legal Issues.”, JS Luwansa, Kuningan, (4/9/2023).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam sambutannya saat membuka kegiatan workshop, Senin (4/9/2023) di JS Luwansa, Kuningan, mengatakan workshop ini diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif subsektor aplikasi khususnya aplikasi seluler (mobile apps).

“Aplikasi seluler (mobile apps) telah hadir sebagai katalis dalam pengembangan ekonomi kreatif. Aplikasi telah mengubah cara kita terhubung, membuat, dan mengonsumsi konten,” kata Menparekraf Sandiaga.

Ia mengatakan subsektor aplikasi memiliki kontribusi yang besar terhadap ekonomi tanah air. Karenanya pengembangan kapasitas dan kapabilitas para pelaku di dalamnya, terutama terkait kekayaan intelektual sangat penting untuk dilakukan.

Kegiatan workshop sendiri berlangsung selama dua hari hingga 5 September 2023 berbarengan dengan penyelenggaraan KTT ASEAN di Jakarta.

“Pendapatan dari mobile apps memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap PDB Indonesia, yang menandakan peran penting mobile apps dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dan hak kekayaan intelektual hadir untuk melindungi inovasi para kreator,” kata Menparekraf Sandiaga.

Deputy Director General WIPO Sylvie Forbin dalam sambutannya, mengatakan WIPO sebagai organisasi kekayaan intelektual dunia mendukung penuh potensi Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif. Indonesia terpilih sebagai salah satu penerima manfaat kolaborasi WIPO bersamaan dengan negara lainnya seperti Chile, Uruguay, dan UAE.

“Semangat kami untuk berkolaborasi dan mendukung pengembangan potensi KI (kekayaan intelektual) bagi industri creative digital di Indonesia.” Ucap Forbin.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Pengembangan Kekayaan Intelektual Industri Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Robinson Sinaga.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
Must Read
Related News
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

uluslararası nakliyat uluslararası evden eve nakliyat uluslararası nakliyat uluslararası evden eve nakliyat ev depolama ev eşyası depolama istanbul eşya depolama yurtdışı kargo uluslararası kargo firmaları uluslararası kargo taşımacılığı uluslararası ev taşıma uluslararası eşya taşımacılığı uluslararası ev taşıma uluslararası nakliyat uluslararası evden eve nakliyat
porn